Maya Hirai’s Page

lets fold!

Perjalanan Yahya dan Yusuf menuju Pondok Ilmu

Melintas Awan menjelang Fitrah
Dua pekan perjalanan ke tanah air menghantar dua anak lelaki besarku, Yahya(10 th) dan Yusuf(7 th) berakhir sudah. Episode baru sama-sama mulai dimasing-masing tempat, insyaAllah dengan itikad jadi lebih baik semuanya.
Hingga kutinggalkan tanah air senin lalu, keduanya seneng- seneng aja dan tidak keberatan dengan kenyataan baru ini. InsyaAllah mereka menerima atas pengertian yang telah kami sampaikan sebatas pemahaman mereka tentu.

Image Hosted by ImageShack.us
Ini perjalanan mereka menuju tempat yang lebih baik, insyaAllah.

Dua tahun tinggal di Jepang bagi dua anak laki-laki besarku ini cukup sekedar untuk pengalaman. Walau sebentar namun telah banyak meninggalkan bekas berharga. Tapi untuk usianya, semoga akan lebih berharga lagi bila berada di tempat yang kondusif bagi penanaman akhlak islami, ketauhidan dan pemanfaatan daya ingatnya untuk menghafal ayat-ayat suci.Toh disana proses penghafalan qur’annya sangat berperi-keanakan🙂.

Yang paling terasa bekasnya terhadap anak-anak disana itu adalah dalam hal kesopanan dan penghormatan terhadap orang tua. Begitu luhur dan menyejukkan…

Semoga umi dan abi tepat menempatkanmu disana nak…, berharap semoga fitrahmu lebih mudah terjaga pada lingkungan yang kondusif (disana), walau manfaatnya InsyaAllah baru engkau sadari setelah besar nanti.

Alhamdulillah..indah nian karunia Allah ini.

Aktifitas dan situasi di Pondok
Suasana disana
Dalam kesederhanaan selalu ada berkah

Dikaki lembah Pameungpeuk Banjaran Bandung diantara pesawahan, Pesantren Tahfidz Qur’an asuhan Ustadz Ashari beserta Istrinya berada, disana tepatnya Yahya dan Yusuf kami titipkan.
Santri yang umumnya berusia sekolah dasar itu tiap pagi hingga siang berangkat ke sekolah, tentu saja jalan kaki walau jarak tak dapat dikatakan dekat untuk ukuran kaki-kaki kecil mereka. Semoga sayap-sayap malaikat menaungi sejauh perjalanan mereka…
Sepulang sekolah, para Ustadz menyambut kedatangan santri-santri kecil itu untuk segera sholat berjamaah. Alhamdulillah kini sudah dibangun mushola kecil dalam Pondok, sehingga lebih mudah dijangkau kaki-kaki kecil itu disetiap waktu sholat.

Usai sholat, prasmanan kecil telah menanti mereka. Setelah itu PR sekolahpun segera dikerjakan dengan bimbingan para ustadz.
Kurang lebih satu jam sebelum sholat Ashar adalah waktu untuk tidur siang, hingga hilanglah lelah santri-santri kecil itu.

Kunjungan pertama ke Pondok yang insyaAllah jadi tempat keduanya menimba Ilmu adalah pendaftaran sekolah plus pesantren serta mendaftar segala keperluan keduanya selama tinggal disana. Termasuk sepatu main bola yang sebaiknya disediakan juga, karena ada lahan lapangan bola disana.

Kulihat santri-santri kecil nan santun, ramah dan tekun dengan batas hafalan qur’annya yang tiada henti dilafalkan. Sejuk dimata, ditelinga dan dihati menyaksikan aktifitas mereka.

Kondisi pondokan yang bersih, tertata, dan calon teman-teman yang menyambut dan ramah serta ustadznya yang akrab dengan anak-anak itu, mungkin yang menjadikan Yahya dan Yusuf langsung jatuh hati untuk tinggal disana, sehingga tak sabar ketika dikatakan tiga pekan kedepan adalah masa liburan.:(

Jadwal ketemu dengan orangtua dan saudaranya adalah sebulan sekali, sabtu pekan terakhir siang setelah pulang sekolah hingga minggu sebelum sholat maghrib sudah ada di Pondokan lagi. Karena orangtua kandungnya saat ini berada jauh di Jepang, maka orangtua lain tentu saja ada sebagai penggantinya.

Orangtua dan anak satu guru
Ngobrol punya ngobrol, ternyata dulu waktu abi muda (+/-8 th yll-an) sempet dibimbing tahfidz qur’an juga sama ustadz Ashari, dan waktu itu sang ustadz belum berkeluarga, sedangkan yahya baru lahir… (oo begitu to’ nyambungnya…)
Ternyata yang jadi muridnya bukan hanya bapak tapi juga anaknya..:)

June 27, 2005 - Posted by | Day by Day

12 Comments »

  1. semoga yahya dan yusuf selalu di lindungi oleh Allah SWT dan tabah jauh dari umi dan abi nya…amiiinn

    Comment by days of dee tresna | June 27, 2005 | Reply

  2. terharu mbak liat kisah itu. klo saya nanti punya anak, saya gak yakin bs setegar mbak maya yg bisa melepas putra/putri dgn jarak yang sangat jauh itu. sungguh bahagia memilia yahya dan yusuf yang sudah bs diajak berpikir dan berdiskusi dlm usia yang semua itu. subhanallah. pengen bljr banyak dari mbak.

    Comment by taschan | June 28, 2005 | Reply

  3. harusnya bukan “memilia” mbak, tapi “memiliki”🙂 mohon maaf atas salah ketik itu🙂

    Comment by taschan | June 28, 2005 | Reply

  4. >>>Tas chan.., yang saya lakukan adalah pengkondisian, memberi pengertian (usaha) lalu tawakal dlm doa, insyaAllah, sebagian besarnya adl. Allah yang merahmati dan urun doa banyak saudara/saudari yang pernah saya minta doanya, trimakasih yaa atas doa-doa temen semua.

    Comment by MFI | June 28, 2005 | Reply

  5. duh may, jadi pengen masukin si tsaqif kesana deh. sepertinya menarik😉 mana foto2mu ciamik banget lagi…

    salam kangen dari nin…hihihi, lucu juga aku dipanggil nin. miss you…mwah🙂

    Comment by Hani | June 28, 2005 | Reply

  6. Saya ikut mendoakan semoga keberkahanlah yang selalu menaungi keduanya. -Ihsan

    Comment by Anonymous | July 6, 2005 | Reply

  7. Anak umur 10 th & 7 th, terpisah ribuan km dari Ibu. Salut buat anak lo, May…Salut juga buat elo…Gak kebayang gw bisa pisah sama Inanta di umurnya yg sekecil itu…

    Comment by Devita/Alya's Mom | July 9, 2005 | Reply

  8. Subhanalloh. Saya ingin juga seperti itu, tapi kalau saya harus benar-benar meluruskan niat, jangan sampai hanya karena sudah merasa tak sanggup mendidik anak.

    Comment by diansya | July 30, 2005 | Reply

  9. Kadang kesuksesan..kesadaran…hidayah…datang di tengah tengah himpitan permasalahan…berbahagialah mereka yang sedang dalam himpitan dan sesaknya kehidupan…bila sabar dan tegar niscaya kita akan mendapatkan sesuatu yang amat indah yang sudah di persiapkan Allah SWT untuk kita…La Tahzan Inna llaha maana….!!! Salam Ukhuwah dan sehat selalu….

    Comment by Abu La Tahzan | August 21, 2008 | Reply

  10. assalamua’laikum. saya rizal berkenan tuk menghafal Qur’an di pondok saudara. berkenankah saudara mengizinkan saya. tapi, saya sudah lulus sekolah lulusan gontor2006

    Comment by rizal | September 19, 2008 | Reply

  11. Alaikum salam wr.wb.

    Boleh sekali insyaAllah saya bisa kasi info.
    Saya sudah coba kirim imel tapi alamat imel saudara tampak nya ada masalah.
    wass

    Comment by maya | September 22, 2008 | Reply

  12. tante salammin ke bang yahya yaaa ^_^

    Comment by faiz | May 17, 2015 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: