Maya Hirai’s Page

lets fold!

Special mail untuk keluarga dan sahabatku

Assalamualaikum wr.wb.

Mail ini kutujukan untuk keluargaku di Bandung dan Kuningan, Yogya, Solo atau Jakarta bila saja kebetulan mampir di Internet, lalu teman-temanku di dunia ini(dunia maya^-^), dan siapapun yang akhirnya jadi membaca suratku ini. Maksudnnya cuman ingin sekedar cerita, ya sekedar cerita melepaskan rindu pada semua yang kurindu yang tak mungkin kusebut satu-satu:).

Begini ceritanya
(Oya, sahabat baru tentu belum mengenal kami ya, perkenalkan ttg saya dan keluarga disini)

Internet
Setelah hampir dua pekan berjibaku dengan amanah ini dan itu yang semoga insyaAllah dalam rangka mengharap ridho Allah SWT, kemudian dilanjutkan dengan sambungan internet dirumah yang sempat memutuskan hubungan \T_T/ *nangis critanya* maklum saat ini virtual adalah dunia maya *lha memang toh*, jadi pemutusannya cukup mengandung arti tersendiri, mohon difahami (^-^) bahwa kampus & kantor Origamiku saat ini masih ditataran virtual alias belom bisa dipindah ke dunia seutuhnya (maksudnya jadi bentuk Origami Univercity or bentuk prusahaan :p, misalkan jadi nama “PT kolangkaling” gitu B-), namanya juga rencana, biidznillah dan semoga dlm ridho Allah). Disamping itu diperantauan yang notabene negri non muslim ini tentu saja majlis dzikirnya ya kebanyakan di virtual…, nasihat agama, dari mulai syariat Islam hingga urusan memanag hati 75% input ya bersumber dari internetlah… Ada
milis dan site Fahima yang postingan membersnya selalu bermuatan dzikir, ada site-site islam yang didalamnya terkandung pelajaran berharga, seperti konsultasi syariah, eramuslim, ruang tausiyahnya republika, semua link PKS , juga blognya para muslim blogger indonesia seperti yang saya kenal ini: blog
Hanum chan, Jito kun , Pa Haji dan lain-lain yang saya belum mengenalnya secara pribadi. Kemudian blog para sahabat yang bernuansa keilmuan serta wawasan secara umum miss kelautan findingnya Hani, si master mblog ARS, dan ustadzah Moenk yang tekun bimbing Bunanya.Juga ketika saya perlu international call ke tanah air (yahya-yusuf, orang tua dan adik-adik or teman), menggunakan fasilitas internet skype jauh lebih hemat. Belum termasuk dimana internet jadi jembatan komunikasi dengan saudara seiman dan sebahasa, tetangga kiri kanan Japanese semua dan para nenek-kakek yang selalu istirahat dalam rumah. Oleh karena itu pemutusan yahoobb membuat sekian aktifitas terhenti total, termasuk origami online di milis yang juga terganggu karenanya. Poknya jadi *inaktif mode-on* deh semuanya (termasuk rutinitasku dg blogger Tyhs), e-mailpun tertumpuk di inbox yang dari hari ke hari kian terdorong ke belakang (kenapa gak diset balik ya penerimaannya!! Yatta.. mau diubah dulu deh)….sudah cukup argumentatif gak alesannya!? kayak bahas Urgensi Internet aja ya!? B-) ^-^

Jepang masih musim Panas

Alhamdulillah, liburan musim panas ini dilalui dengan lindungan dan rahmat Allah, karena semuanya berlalu lancar, kembali kerumah selamat dan sehat, serta membawa kesegaran ruhiyah untuk melanjutkan pengembaraan hidup ini dalam rangka menuju kampoeng akhirat yang lebih kekal.

Jepang belum berkurang panasnya, masih mengakibatkan mentega dan coklat meleleh berada di suhu ruangan, termasuk lemak tubuh yang semoga turut larut dalam keringat yang mengucur tak henti dari tiap pori.

Tsurayya dan Ismail masih juga berseragam musim panas, lengkap dengan alat renangnya tiap hari. Bila Yahya dan Yusuf masih disini, tentu sekolahnya juga mewajibkan ikut kelas renang tiap hari karena olah raga itulah yang dilaksanakan sepanjang musim panas tiap tahunnya. Alhamdulillah keduanya sudah tidak disini, artinya terhindar dari satu dilemma exschool renang.

Kemarin angin taifu lewat dipropinsiku, rumah furui ini bagai mau ikut terbang deh, alat jemuran jangan ditanya lagi (runtuh semua), penutup sepedapun terbawa kabur..(ops belom dicari nih)…Mungkin musim panas memang sudah mau pergi sehingga kontraksi alampun mesti dilaluinya.

Kabar Yahya dan Yusuf

Kisah Yahya dan Yusuf sebelumnya ada disini
Dua bulan sudah terhitung sejak menghantarkan Yahya dan Yusuf ke tanah air. Tidak ada keduanya disini seperti ada yang kurang lengkap dalam menjalani hari-hari. Rasanya sudah ingin berkumpul dalam negeri dan kota yang sama dengan keduanya. Kabar terakhir ttg mereka ketika kutelfon, alhamdulillah baik-baik demikian kata ustadz, juga kata mereka ketika bicara langsung pertelfon.

Begini petikan pembicaraanku dengan Yusuf :
“Assalamualaikum Yusuf kun!?” “ini ummi lho” dan dijawabnya “ waalaikum salam umi hm..” sambil tersenyum dia kubayangkan, lalu Yusuf melanjutkan responnya ..“jam berapa ummi kesini??” “gubraks!! Copot jantungku mendengar kalimat terakhirnya” , lalu jawabku (setelah memasang lagi jantung yang copot tadi ) “ iya insyaAllah segera nak, beberapa bulan lagi yaaa…” lalu kualihkan perhatiannya dg menanyakan aktifitas sekolah dan pesantrennya.

Secara umum menurut ustadz, keduanya masih melalui masa adaptasi, terutama dari segi bahasa, baik lisan maupun tulisan. Maklumlah 2,5 tahun tinggal di Jepang, setiap hari dicekoki dg bahasa Jepang termasuk kanji yang bikin lidah lengket ^-^ (anggap saja demikian karena ketika baru sampai dipesantren dua bulan lalu ustadz dan keluarga di Bandung hampir kesulitan memahami bahasa Indonesia keduanya #$%”&”#, dan sekarang ustadz bilang bicaranya sudah mulai normal! “olala, bahasa kanji bikin lidah anak-anakku pabeulit”. Karena hal itu juga proses penghafalan qur’annya belum lancar (akibat lidah pabeulit ini)… Lalu saya memohon kepada ustadz agar berkenan atas kejadian ini dan menyampaikan bahwa kami tidak menuntut proses adaptasi yang dipercepat B-). Semata untuk menghindarkan stress keduanya apalagi kami masih jauh disebrang samudra.

Walau demikian, sambil beradaptasi ternyata ustadz tetap memberikan bagian porsi ttt hafalan untuk keduannya. Ini kuketahui karena Yahya bilang bahwa dia baru saja menuntaskan An-Naba-nya lagi. Dan permintaannya akan ‘Qur’an baru’ menunjukkan program pesantren sudah mulai ‘bekerja’ dalam ruhnya., alhamdulillah.
Sedangkan tentang Yusuf belum tergali banyak karena pembicaraan terakhir dengan ustadz sangat singkat, persis sebelum jadwal latihan Tifan di pesantren.

Start to counting down

InsyaAllah.
Untuk teman-teman dekat di Toyohashi ini, mungkin apa yang saya sampaikan ttg hitung mundur akan membuat ‘nyeblak’B-) *GR amat ya* (nyeblak=jatuh perasaan karena akan kehilangan). Beberapa bulan kedepan mas Bang selesai insyaAllah phdnya, jadi kami mau kembali berkumpul dengan Yahya dan Yusuf lagi.

Ada saat bertemu tentu saja akan ada saat berpisah, karena demikian sunatullohnya. Tidak ada yang abadi di Dunia ini. Semoga silaturrahiim dan ukhuwah islamiyah yang selama ini kita bina akan membuahkan pengkekalan diakhirat kelak,amiin..(tentu saja kekal di syurga maksudnya)

Beberapa hari lalu saya mampir di blognya Kean yang cerita tentang adanya blog yang telah ditinggalkan pemiliknya ke blok baru di alam sana. Betul-betul jadi dzikrulmaut. Sempat terhenyak membaca postingan diakhir ajalnya itu. Begitu nyata bahwa itu terjadi. Sebuah keajaiban yang Allah ciptakan bagi orang-orang yang menggunakan akalnya, tentu saja untuk diambil sebagai pelajaran berharga. Ya… bahwa setiap kita yang masih bernyawa inipun pasti akan seperti beliau yaitu menemui ajal!.
(Berita Detik terakhir, bahwa “kematian Anya hanya rekaan virtual” Lagian..urusan masing-masing dunia dicampur aduk, makhluk virtual kematiannya juga ala virtual *just intermezo*)

Bila sekiranya ternyata counting down saya ini pun hitung mundur terhadap ajalku, maka sejak dini saya mohon maaf sedalam laut atlantik yang gelap gulita, dan setinggi langit yang terpancang tanpa pondasi… bila saja sejauh berinteraksi dg sahabat semua, termasuk orang tua dan keluargaku saya telah berbuat hal yang menyakitkan hati, mohon keridhoannya untuk mengampuniku yang melampaui batas ini. Berkenan kiranya bila mengidzinkan jiwaku tenang kembali dalam keridhoan Allah SWT. Jazakallohu khoiran katsira.

wassalamualaikum wr.wb.

August 26, 2005 - Posted by | Day by Day

3 Comments »

  1. aminn…sama2…semua yg kita perbuat, kita ucapkan..mdh2n terhindar dari kesia2an…iya, sy jg udah baca ttg blogger yg berpulang itu..mdh2n ini jd ibroh buat kita semua,..jd lebih mikir lg..apa2 yg mau kita sampein..agar bisa memberikan manfaat buat semua..;)
    btw,..aduhhh itu teh nama sy aja ditulis,.ulah pake embel2 ustadzah segala…:P tega nian…

    Comment by moenk | August 26, 2005 | Reply

  2. ah teh maya juga telah menghitung mundur ya…

    teh maya yang baik…kangen sekali bisa ngobrol langsung…

    Comment by days of dee tresna | August 28, 2005 | Reply

  3. Moga silaturahim kita bisa lanjut di darat ya mbak😡
    Terus semangat tuk mencipta karya2. Bicara ttg kematian, yg paling saya takutkan, klo di kubur nanti saya ditanya malaikat : “Apa yang sudah kamu lakukan bagi ummat?” Huaa…kayaknya blom ada deh :((
    Btw, namaku mejeng euy di postingan mbak maya. Jd malu….

    Comment by hanum | August 29, 2005 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: