Maya Hirai’s Page

lets fold!

Ramadhan ala perantauan, 12 Ramadhan 1426 H

Ramadhan tahun ini adalah ramadhan ketiga di perantauan, termasuk lebarannya juga.
Entah karena aku membawa serta mental ‘mangan ra mangan ngumpul’ ato memang demikian adanya, bahwa menjalani kehidupan diperantauan itu butuh perjuangan sampe titik darah penghabisan dan kiat tersendiri mengarunginya. Terlebih dimana komunitas Islam ini berada di wilayah ‘minor’ yang artinya butuh kesadaran penuh untuk mengeksiskan keislaman tiap individu agar tercipta iklim Islami tersendiri dalam lingkungan tempat kami tinggal. Tentulah ya!… kalo bukan umatnya sendiri ya siapa lagi..
Dimanapun seorang muslim tinggal, disanalah semestinya cahaya Islam turut benderang memberi penerangan.
Demikian pula dengan kami muslimin asal tanah air yang tinggal di Toyohashi.
Sebetulnya muslimin yang ada di Toyohashi ini tidak hanya Pelajar Indonesia dan keluarganya saja, ada pula para kenshuuse yaitu para tenaga kerja yang ditempatkan di kota ini. Namun karena waktu kerjanya yang padat mengakibatkan satu kesulitan tersendiri dapat berinteraksi dengan muslimin pekerja ini. Hampir hanya tiap berlebaran saja akhirnya kami bertemu dengan muslimin pekerja.

Bagaimana situasi berpuasa di Jepang?
Ada dua saat dimana suasana puasa ramadhan dapat dirasakan oleh kami dan saya khususnya sebagai pengamat dan pengalam (yang mengalami:P), yaitu ketika akhir pekan dan dalam komunitas cyber muslim Jepang, terutama di milis-milis lokal dan dalam messenger list friend ^-^.

Ketika akhir pekan, adalah saat bertemu berbuka puasa, shalat maghrib, makan lalu ta’lim dan diakhiri sholat tarawih bersama. Semua dilaksanakan di ruang publik semacam hall yang juga digunakan untuk party bagi para mahasiswa dari negara lain pada waktu yang berlainan, tentu.
Seperti juga yang terjadi kemarin malam, kami menjemput pa Drs. Miftah Faridh yang metua MUI jabar itu, salah satu ulama kesohor di Bandung. Para mahasiswa asal ITB Bandung yang berada disini tentu saja amat lebih senang atas kedatangannya, karena beliau adalah Dosen Agamanya ketika masa S1 dahulu. Serasa bertemu orang dekat.
Tema ceramahnya: keluarga sakinah ^-^ suatu tema yang amat langka terbahas dalam pengajian umum disini. Bagai angin segar bagi yang telah berkeluarga termasuk yang belumpun, karena berkeluarga adalah fitrah tiap individu sehingga selalu menarik untuk didiskusikan^-^. Pokonya wajah mesem-mesem dan rora-rona terbias deh diantara para hadirin (piss buat yang hadir), ternyata pa Miftah Faridh mampu membuat pasca makan dan terawih tanpa terlihat yang ngantuk satupun, malah penuh dengan tawa ceria.
Bahan Ta’jil dan makanan berbuka berasal dari petugas pekanan yang selalu digilir.
Tiap pekan 4 keluarga yang wajip menyediakan sajian utama sedang keluarga lainnya dapat membawa tambahan makanan atau cukup lenggang saja, dan seterusnya. Diakhir pekan biasanya para bujangan asli atau bujangan lokal (yang keluarga-nya ditanah air) bergabung jadi satu untuk memasak beraneka masakan sebagai penanggungjawab menyediakan sajian berbuka puasa. Masakan mereka tidak kalah enaknya low.. malahan kalo mau diakui lebih ‘bisaan’ daripada seorang wanita ketika baru menikah^-^ *bukan nuduh sapa-sapa kok tapi nunjuk diri* hihi..

Dalam cyber local muslimin community, paling tidak dalam messenger list friend tampak plang statusnya yang ramadhan taste pisan. Ada yang bilang “selamat berbuka, jawadahnya enak ooii..” temen malaysia punya. Ada juga “ngabuburit”-nya Nelf^-^ tentu saja ngabuburit di Inet, “beduq maghrib….beduq..beduq…” punyanya orang kampusan yang ketika saya buka messenger dini haripun plang itu tak berubah tetep seruan beduq maghrib,…dan lain sebagainya.

Alhamdulillah, ramadhan tahun ini persis diujung musim panas dan diawal musim gugur, dimana suhu sudah tidak HOT lagi. Malahan beberapa hari ini selalu teduh alias mendung. Maklum tanpa pake puasapun musim panas bikin kering sampe kedalem-dalem (tenggorokan kering), shg teh es manis selalu tersedia setiap saat dalam kulkas.

Pemandangan berdesakan di pasar baru atau ngabuburit disekitar mesjid agung so pasti tidak ditemukan, malahan terasa khidmat dan khusu tanpa gangguan kedua hal tersebut, mestinya bisa baca Qur’an lebih banyak atau meningkatkan sholat sunah ya^-^.. tapi tidurnya orang berpuasa pun jadi pahala sih masalahnya, apalagi mulai dingin dan angin kenceng gini^-^.. futon musim dingin kimochi looh ZZzzzzz…..(futon= kasur tipis ala jpg, kimochi=nyaman/rasa enak).. hayo-hayoo gambarimashoo tinggal 19 hari nih.. Emangnya yang 11 hari lalunya sudah rapih dan terkejar target..;;) mochiron dayo!(tentu dong!)

Lets to get our ramadhan target

October 16, 2005 - Posted by | Day by Day

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: