Maya Hirai’s Page

lets fold!

“This Blog is in my interventions place now !!!”

Postinganku sll dihujat, ditilik dicari kesalahannya, telunjuk mengarah padaku. Ga tau siapa sebetulnya tamu ga jelas ini. Bukan ga mau jawab semua pertanyaannya tapi sesuatu menahanku! Tipikal tamu ini bukan ingin mencari jawaban secara objektif namun kecenderungan ngajak debatnya tuing gi. Ngelayanin yang seperti ini bukan hanya buang energi saja tapi buang waktuku! Setelah diterangkan dengan jelaspun belum tentu dapat nerima layaknya seorang murid yang beritikad mencari ilmu. Disamping itu kecenderungan memaksakan kehendaknya tuing gi buanget! mana mungkin memberi kesempatan padaku untuk respon “gini loh..”

Sepertinya dia ga tau kalo para blogger itu pegang kode etik bagaimana bilamana mengunjungi rumah mayanya orang! Blogger itu mengapresiasikan diri dan menyatakan Opininya ya ditempatnya sendiri! terhormat bukan? dan blogger juga sangat menghormati opini orang lain sejauh itu dalam rumahnya sendiri! Makanya jadi tampak kampungan dan ga tau diri ketika ada orang baru aneh pula daaaaannnnnnnnnnnn yang lebih memalukan lagi adalah bicara atas nama Islam! Duh beginikah akhlak Islam yang diajarkan baginda Rasululloh SAW dalam berinteraksi dengan sesama manusia?

Entah karena aku sudah mulai jadi celebriti ato kenapa gitu .. (!?) tampaknya yang satu ini ngintervensiku terus. Masihkah blog ini areaku menjalin persahabatan dengan tetangga kiri kananku berbagi manfaat ato sudah jadi wilayah jajahannya untuk melampiaskan opininya??

Ya ini kesalahanku… coba sebutkan lagi kesalahanku lainnya wahai tamu yang seharusnya kumuliakan… Semoga dengan anda tunjukkan kesalahan-kesalahanku jadi kebaikan buatku.
Tapi pesenku: jangan salahkan aku bila sesuatu dariku berpindah padamu karena jatuhnya anda pada su’udzon padaku..! Sesungguhnya sebagian besar prasangka itu adalah SALAH!

Semoga apa yang telah ia goreskan mengurangi timbangan dosa-dosaku diakhirat kelak.

waAllohua’lam

June 25, 2006 - Posted by | Day by Day

17 Comments »

  1. tenang teh…resiko jadi selebritis emang banyak yang “perhatian” sama kita. kayak adek niy, bolak balik dapat comentar “sampah” yang isinya nghujat dan sebagainya. karena itu adek pake comment moderatorion. bukan karena gak suka ada yang ngomong jelek, cuman seperti yang teteh bilang, ada etika yang harus di penuhi setiap tamu. kalo dia berani ngomong jelek ttg kita, maka dia berani juga tunjukin identitasnya. lagian, kalopun dia gak ngaku aslinya, dek masih bisa ngelacak pake IP nya hehehe😀

    piss ah teh..
    salam selebritis
    ‘tuink..tuink’😀

    Comment by adek | June 25, 2006 | Reply

  2. ganbatte ne….gpp ceu..setiap sesuatu yg sudah diraih pasti ada yg iri ( uffs klo salah afwan ya ichwan..) mengomentari klo niatnya baik ada datang secara baik2, tp klo ta baik2 ,boleh ga klo saya mendefinisikan sbg IRI? klo memang sayang terhadap sesama muslim datang baik2 dan tausyiahin ga hrs menjadi tamu misterius …..apalagi menghujat ( deuh menghujat ?)

    Comment by Ica Dimyati | June 26, 2006 | Reply

  3. **baru baca comment2 di postingan mbak Maya. Rame juga ya comment dari mbak/mas misterius🙂
    Keep istiqomah mbak. Semoga diberi kemudahan dalam setiap langkah.

    Comment by hanum | June 26, 2006 | Reply

  4. sabar ya sis, kita ambil hikmahnya saja,…semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita.amiin

    Comment by Noenoe | June 26, 2006 | Reply

  5. Sabar donk mbak yu, orang Islam itu sabar nya gak ada batas lho. Suatu saat anda akan membenarkan ucapkan saya, saya tiap malam mendoakan mas Bang dan anda sekeluarga agar dapat Hidayah, dapat Petunjuk dari ALLAH, bahwa sesungguh nya ada sesuatu kegiatan lain, yang lebih penting, lebih berguna di saat ummat sedang rusak seperti sekarang ini.

    Comment by Tamu misterius | June 26, 2006 | Reply

  6. Dalam internet tak ada privacy khusus, tidak ada istilah “rumah”, semua orang boleh datang, pergi, menulis, memaki, apapun tanpa ada aturan, sekehendaknya, apalagi adab, seperti tempat tak bertuan, makanya jangan sering sering dan lama lama ber internet, anggap seperti masuk WC aja, sekedar keperluan.

    Lain dengan ketika kita bertamu secara REAL, kerumah, bersilaturrahmi.

    Dan tentunya kita harus gunakan adab adab, dan tanya ada ahlul bait apa tidak, ada laki lakinya apa tidak? kalau tidak,

    Haram bagi laki laki masuk ke sebuah rumah yang bukan mahram baginya tanpa ada laki laki di dalam nya. Apalagi untuk ngobrol lama, tanpa hijab.

    Di internet antara kita ada hijab, tak terlihat secara zahir.

    Semoga ALLAH MeRidhoi, AMIEN.

    Comment by Tamu misterius | June 26, 2006 | Reply

  7. Dari Said bin Abul Hasan diriwayatkan bahwa ia menceritakan: Saya pernah duduk dalam majelis Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhuma. Tiba-tiba datang seorang lelaki bertanya: “Wahai Abu Abbas! Saya ini orang yang kerjanya cuma dengan cara ini. Saya seorang pelukis.” Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhuma menjawab: “Saya hanya akan memberitahukan kepadamu apa yang kudengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku pernah mendengar beliau bersabda: “Barangsiapa yang melukis gambar, pasti akan disiksa oleh Allah sampai ia mampu meniupkan ruh ke dalam gambar-gambar tersebut. Padahal ia tidak akan mampu meniupkan ruh tersebut selamanya.” Serta merta lelaki tadi merangkak dengan susah payah, wajahnya memucat. Maka Ibnu Abbas berkata: “Kalau kamu masih membandel, silakan kamu menggambar pepohonan dan segala sesuatu yang tidak bernyawa.” HR. Al-Bukhari (2112) dan Muslim (2110)

    Comment by Tamu Misterius | June 26, 2006 | Reply

  8. Dari Aisyah Ummul Mukminin Radhiallahu ‘anha bahwa ia menceritakan pernah membeli sebuah bantal yang ada gambarnya. Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya, beliau langsung berdiri saja di depan pintu rumahnya dan tidak mau masuk. Aisyah bisa melihat ketidaksenangan di wajah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka ia bertanya: “Wahai Rasulullah! Aku bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kepada Rasul-Nya. Dosa apakah gerangan yang telah kulakukan?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Dari mana engkau dapatkan bantal ini?” Aisyah menjawab: “Aku yang membelinya untuk engkau gunakan duduk-duduk dan bersandar.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersaba: “Sesungguhnya orang-orang yang melukis benda-benda hidup ini akan disiksa di Hari Kiamat nanti. Dikatakan kepada mereka: “Coba kalian hidupkan lukisan-lukisan yang kalian buat itu!” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan: “Sesungguhnya rumah yang ada gambar semacam itu tidak akan dimasuki oleh para malaikat.” HR. Al-Bukhari (1999) dan Muslim (2107).

    Comment by Tamu Misterius | June 26, 2006 | Reply

  9. sdr misterius, silahkan anda diskusikan tentang masalah ini dengan saya. Anda perlu belajar wawasan islam lebih jauh, apa itu seni islami, dari semua cabang termasuk gambar dan suara (handasah al-sawt). Perhatikan bagaimana pendapat yang sangat keras tapi juga bagaimana pendapat yang sangat longgar, begitu pun banyak para ulama dan kelompok yang moderat spt Dr Yusuf Al-Qardawi. Dengan meluaskan wawasan kita maka kita bisa lebih bijak dan arif. Intinya jangan memaksakan kehendak.

    Soal tamu, internet juga punya kode etik ya, baik di milis, blog, dan lain sebagainya. Kalau anda mengabaikan hal ini, dimana akhlak saudara? bahkan sering membawa nama Islam, maka semakin memperburuk citra Islam itu sendiri. Kami malah malu dengan tingkah memalukan saudara.

    Comment by Bambang Setia Budi | June 26, 2006 | Reply

  10. Salam Mba Maya…..

    Waduw Mba…liat komen si tamu misterius, kalo menurut saya Mba harus banyak bertahmid ada yang memperhatikan. Semogha si tamu itu sudah memperhatikan dirinya sendiri sebelum mengurusi orang lain.

    Rasul sendiri tidak pernah menegur umatnya dengan kasar *apalaghi bersu’udzan*. Tapi ternyata masih banyak Umat beliau yang baru tahu beberapa hadis dan ayat qur’an, belum mampu banyak memahami, merefleksikan dan mengejawantahkan buat dirinya sendiri, tapi sudah menggurui orang lain *astaghfirullah*. Memaknai hadis dan al-Qurab bukan untuk menjadikan kita ‘Ujub (bersombong diri), saling mengingatkan seperti itu juga bukan ajaran Rasul.

    Lebih banyak bersyukur dan beristighfar yah Mba…semogha niat si tamu benar-benar tulus. Entah tujuan dan maksudnya apa, Insya Allah Tuhan lebih tahu sebenar-benar hati orang.

    Comment by maelife | June 26, 2006 | Reply

  11. teh… kayaknya makin seru niy🙂

    kalo menurut dek sih…. kita dengerin aja semua komentar yang diberikan buat kita. kita ambil yang baik, dan kita tinggalkan yang buruk. gak semua nasehat itu, bisa diterapkan pada diri kita, demikian juga pada orang lain. Yang penting, niat kita adalah ibadah, dan juga kita yakin kita gak melenceng dari aturan – Nya

    kalo masih ada yang “sentimen” sama kita, ada yang tidak suka, atau kemudian menasehati. kita terima aja, dan banyak2 istighfar, semoga dosa kita semua diampuni

    tapi…
    penasaran juga niy sama si tamu misterius. dia ikhwan apa akhwat yah?? kalo ikhwan, dia malu dong harusnya, soalnya namu ke rumah teteh yang akhwat, sedangkan dia sendiri, sendirian (baca komentarnya)

    kalo dia akhwat…kok gak ngajak silaturahim dengan cara yang baik😀

    tapi tenang deh teh…khan “manager” udah siap turun tangan tuh😀 ada yang nge back up dong..asyik…dek dukung teteh
    Hidup teh may😀

    Comment by adek | June 26, 2006 | Reply

  12. Mungkin ini yang terakhir saya datang, kali ini dengan permohonan maaf yang tulus ikhlas kepada Mas Bang dan Mbak May, mungkin “bisnis” anda terganggu dengan “comment” saya.
    Tapi sungguh ini cuma bentuk kekuatiran belaka, dan mungkin saya memang kelewat SU-UDZON, saya memang tidak berhak memaksa anda untuk meyakini anjuran saya. Kalau memang anda yakin anda benar silahkan lanjut.
    Tapi sebagai saudara sesama muslim saya wajib mengingatkan dan menyampaikan.
    Dan anda pun berhak untuk menerima atau menolak.
    Mungkin dalam cara menyampaikan saya terlihat kasar, karena saya memang orang bodoh, tak makan pendidikan tinggi, jujur, namun sungguh tak ada maksud iri atau dengki atau mau menyusahkan “bisnis” anda, karena kenal dengan keluarga anda juga baru lewat internet, ketika saya tersasar ke blog ini, tak ada niat buat gerecoki keluarga Mbak May dan Masa Bang, tak sedikit pun. (walau sudah terlanjur repot sebenarnya :D)
    Saya juga minta maaf atas kekasaran saya, dan kepada ALLAH saya juga mohon ampun, atas perbuatan yang mungkin tak di Ridhoi NYA ini.
    Namun usul saya, kita perbanyak sholat malam, tanya sama ALLAH, menangis di hadapan ALLAH, semoga ALLAH tunjuki kita kebenaran yang sesungguhnya.
    Masalah saya tahu 1 atau 2 hadits dibilang udah sombong, duch…, gak begitu, saya sampaikan itu sebagai referensi dan bahan pemikiran kita bersama, sama sama kita baca baik-baik, mungkin ada manfaat nya buat kita, dan sebagai petunjuk di dunia yang cuma sebentar ini.

    Sekedar mengingatkan, bahwa akherat itu lama, bukan seribu tahun, bukan sejuta tahun, bukan semilyar tahun tapi bermilyar bahkan bertrilyun tahun, ABADAN ABADA, sekali kita susah di akherat kita akan susah selamanya.
    Ga bisa balik ke dunia, ga bisa SMS ato kirim Imel atau nelpon untuk minta bantuan. Yang bisa bantu kita disana cuma iman dan amal shaleh kita.

    Comment by Tamu Misterius | June 26, 2006 | Reply

  13. 🙂, sabar saja bune…
    memang tabiat anjing buat menggonggong, cuma kafilah tetap berlalu dong.
    ambil apa yg baik, lemparkan apa yg buruk. ndak perlu capek2 ngerespon. kita origamian saja lagi🙂
    *buat tamu misterius, sila komen di blog saya dong, saya juga perlu nasihat nih, kalau berani ya…:)

    Comment by Dhika | June 27, 2006 | Reply

  14. http://www.islam-qa.com/index.php?QR=7222&ln=ind

    Comment by Anonymous | June 27, 2006 | Reply

  15. Cuekin aza bu maya, ntar juga tamu misterius capek sendiri😛 ciao!!ciao!!I support u bu maya🙂

    Comment by Citarayani | June 28, 2006 | Reply

  16. Hapus komentar2 tamu yang kurang ajar atau blok IPnya supaya ga bisa masuk ke blog ini lagi.

    Langkah mudah dan efektif, daripada buang2 tenaga nanggepin orang macam itu.😉

    Comment by ARS CooL | June 28, 2006 | Reply

  17. Gantian DONK Omelin saya😛

    Comment by the Misterius | July 1, 2006 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: