Maya Hirai’s Page

lets fold!

“Allow…Apakabar….?” (1)

Yang lama ga ketemu, yang kangen, yang aus yang aus… biasanya melontarkan pertanyaan ini ketika ketemu… met baca^-^

“Hei apakabar??”
Dalam dua kata sapaan ini seringkali yang pertama tergambar dalam benak sang penanya dan yang ditanya adalah soal kondisi fisik dan materi yang tengah dialami fihak yang ditanya. Bila kabar baik, biasanya yang menjadi standar adalah kondisi sukses dalam pekerjaan, beruntung dalam usaha atau seputar harapan yang tercapai. Dan bila kabar kurang baik atau bahkan buruk barangkali, misalnya bila terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan, terjadi keadaan yang tidak mengenakkan, belum/ tidak beruntung dalam usaha atau apapun dimana kondisi itu sulit diterima sebagai bagian dari hidupnya yang mesti dihadapi, dijalani dan diterima juga.

Kabar Baik
Dalam dua kata ini tergambar kegembiraan, terkandung optimisme, terkesan kepuasan dan kebahagiaan bagi yang mengalaminya. Seseorang yang mengalami kondisi yang sesuai dengan harapan ini menjalaninya tentu dirasa lebih mudah dan menyenangkan. Tapi apakah menjadi segalanya?? Dan ter’cukup’ikah ‘kebutuhan’nya? Memberi ketentraman dan ketenangankah dalam hatinya dan dalam hidupnya?

Kabar Kurang Baik
Bicara tentang kabar kurang baik atau kabar buruk: yaitu kondisi yang tidak mengenakkan.. tapi pada kenyataannya harus dilalui. Tentu saja menjadi saat yang sangat sulit dan terasa “pahit” untuk dijalani. Terlebih ketika seseorang itu tidak memberi kesempatan untuk memperhatikan lebih jauh akan sisi lain dibalik kejadian yang tidak mengenakan tersebut. Dalam kata kiasan untuk menyatakan ‘rasa’ hal yang tidak mengenakan ini sering diwakilkan dengan kata “pahit”. (ga tanggung-tanggung ’rasa’nya sampe pahit52000 deh!^-^)

Kondisi
Ngomong-ngomong tentang ’kondisi’, bagaimana dengan kondisi selain kita, yang menjadi korban bencana alam dan korban kejahatan manusia lain dibanyak belahan bumi ini? yang terbaring tak berdaya dibanyak rumah sakit di dunia ini? yang berada dijalanan mencari sesuap nasi berharap dari uang receh orang atau dari sampah yang terkumpul dimanapun? yang berada dibalik terali besi? yang berada di panti jompo? yang berada diperantauan? yang berada di rumah sempit apa adanya atau yang berada didalam rumah besar yang serba ada? yang berada diantara himpitan dan kejaran kebutuhan hidup? dan seterusnya…. Yang jelas untuk yang sedang mengalami ke’pahit’an ini kita doakan semoga Allah SWT memberi kekuatan dan ketabahan dalam melalui masa yang tidak mudah tersebut dan semoga dapat mengambil hikmah dibalik ke’pahit’an itu bahkan bila ke’pahit’an itu justru jadi kebaikan untuknya dari Allah SWT. Amiin…

Lalu muncul pertanyaan: Bagaimana dengan ’kondisi’ kita yang berada dihadapan komputer ini??? Kumaha-kumaha?

Seorang Guru Bijak dan Muridnya
Guru: ”Halo murid, gimana kabarmu hari ini?”
Murid: ”Sedang betek guru.. hidupku serasa sumpek, mengimpit dan bikin dada ini sesak. Hidupku lagi puait, susah… menderita dan sengsara deh! Makan ati poknya!
Guru: ”apapun makanannya… sekarang ambil segenggam garam dan larutkan rata dalam segelas air, kemudian minum!” *ops ga salah nih guru, cicipin aja ya*
Setelah melakukan apa yang diperintah gurunya sang murid datang dengan dengan segelas air itu ditangan dan sebuah jawaban,
Murid: “ugh… pahiitt guru!” sambil mengernyit.

Guru: ”Ok. Lalu sekarang ambil segenggam garam lagi dan ayo kita larutkan rata dalam kolam dibelakang rumah…”. Setelah segenggam garam itu dilarutkan di kolam…
”Sekarang coba cicipi dan bagaimana rasanya… ?”

Murid mengikuti perintah sang guru, setelah mencicipi mengatakan: ”tidak terasa asin Guru!”
Guru: ”Coba simpulkan dua kejadian tersebut!”
Kesimpulan Murid:
”Pada media sempit air yang dilarutkan segenggam garam saking asinnya jadi terasa sangat pahit, sedangkan air pada media yang lebih luas dengan jumlah garam yang sama namun airnya jadi tidak terasa pahit”

Guru: ” Sekarang bayangkan jika kedua media itu adalah kondisi hatimu, bagaimana…. ?”
Murid merenung…… dan sambil malu-malu menjawab:
”Jika kondisi hati sedang sempit sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan dan tidak mengenakkan akan terasa puahiitt…. tapi bila kondisi hati sedang luaaass situasi yang tidak mengenakan tidak terasa puahiitt…”

Guru: ”Jadi… bagaimana, kenapa betek, sumpek, pahit dan malah makan ati.. ?”
Murid: ”:”>:”>:”> ada yang ga beres dengan hatiku Guru….. aku tidak mempersiapkan agar hatiku tetap luas seluas samudra…. agar tak kurasakan ke’pahit’an ini…”
Murid: ”Hah samudra?? Bukannya samudra itu brasa pait Guru?” *hanya dalam hati*

To be countinue..

July 21, 2006 - Posted by | Day by Day

3 Comments »

  1. Nitip salam buat pak Dhika, saya pindah ke http://theakherat.blogspot.com

    Ga usah takut sama saya, saya manusia biasa koq, bukan teroris, jadi “rumah” nya ga perlu digembok, lagi pula saya sudah tak begitu tertarik dengan dunia, apalagi yang maya begini, malah makin memperpanjang angan angan.

    Comment by Percaya Kepada Yang GHAIB | July 22, 2006 | Reply

  2. thanks buat ceritanya,…doain yah

    Comment by Noenoe | July 24, 2006 | Reply

  3. Teteh😡

    Comment by rahman | July 26, 2006 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: